Mendobrak Patriarki dengan Film Disney: Mulan

 

(Sebuah Resensi dan Ulasan)

!Mengandung Spoiler!




            Film disney adalah film-film yang terkenal dengan fantasi. Mengantarkan penontonnya untuk senantiasa bermimpi. Bermimpi menjadi seorang puteri atau bahkan permaisuri. Bermimpi berjumpa dengan pangeran berkuda putih atau bahkan bermimpi memiliki ibu peri. Sebenarnya sah-sah saja, toh film-film yang dibuat disney memang tujuan utamanya untuk menghibur. Bermimpi sejenak tak ada salahnya, kan?

            Disini, jika harus membahas dunia fantasi yang disuguhkan disney tentu tak akan ada habisnya, karena begitu banyak macam cerita yang ada. Kita hanya akan fokus pada film bungsu yang digarap oleh Walt Disney yaitu, Mulan.

            Film Mulan yang direncanakan menghiasi layar lebar mulai Maret 2020 harus gigit jari. Pasalnya, sebelum pemutaran perdana film Mulan, bioskop sudah lebih dulu diistirahatkan untuk beroperasi karena situasi pandemi.

            Tak habis akal, disney pun akhirnya menayangkan film Mulan melalui aplikasi streaming bernama Disney+ pada bulan September. Seperti perkiraan, film ini laris di pasaran. Karena penayangan film ini terasa bagai angin segar ditengah kemelut otak-otak manusia di masa pandemi. Namun, meskipun laris nyatanya keuntungannya tidak sesuai ekspektasi. Karena siarannya online, celah yang terbentuk untuk melakukkan pembajakan pun semakin terbuka lebar.

            Masuk ke jalan cerita. Film dimulai dengan adegan kejar-kejaran antara seorang anak perempuan dengan seekor ayam di sebuah perkampungan tradisional. Dilihat dari gaya arsitektur dan pakaian yang dikenakan warga sekitar, penonton dapat menyimpulkan cerita ini berlatar di Asia Timur atau Tiongkok.

            Dalam aksi kejar-kejaran itu, si anak perempuan, sebut saja Mulan bertingkah tidak seperti anak perempuan pada umumnya. Bagaimana tidak, dimanakah kita bisa melihat anak perempuan yang bergelantungan di atap rumah, memanjat dan bertingkah layaknya laki-laki. Mungkin itu yang ada di pikiran penonton, itu pula yang ingin ditunjukkan oleh sutradara. Bahwa anak perempuan memiliki stigma yang kalem, bahwa memiliki keahlian memanjat dan bertarung hanya boleh dimiliki oleh laki-laki. Terbukti dari mimik wajah warga sekitar yang kelihatan tidak senang menyaksikan adegan tersebut.           

            Dari adegan awal yang memperlihatkan ketidaksenangan warga sekitar, dapat disimpulkan bahwa budaya patriarki masih melekat sangat kuat dalam kehidupan masyarakat. Dimana seorang anak perempuan yang memiliki kemampuan atau dalam budaya sana disebut dengan Chi atau Qi dianggap tidak normal dan dipaksa mengikuti arus agar dianggap ‘normal’. Yaitu, berlaku seperti wanita pada umumnya dan menyembunyikan Chi yang ia miliki.

            Sama seperti pada film Mulan versi animasi, dalam bentuk life action  ini penonton disuguhkan dengan keputusan besar yang harus diambil oleh Mulan. Dimana ia dipaksa menikah saat ia sendiri belum siap, lalu panggilan dari kekaisaran yang mewajibkan setiap keluarga untuk mengirimkan satu orang lelaki agar dilatih menghadapi peperangan. Sedangkan laki-laki di keluarganya hanya ada ayahnya yang sudah tua dan pincang karena cedera perang.

            Seperti yang sudah bisa ditebak, tokoh utama harus memiliki sifat heroik. Jadilah Mulan bersama sang kuda menembus kegelapan menuju camp pelatihan. Berbekal surat undangan yang ia ambil diam-diam dari sang ayah. Di tengah perjalanan muncul burung phoenix menunjukkan jalan, yang diduga merupakan jelmaan dewa. Dalam mitologi Tiongkok sendiri phoenix dipecaya merupakan rajanya para burung.

            Sesampainya di camp, Mulan yang telah berdandan ala ksatria dengan baju zirah milik ayahnya harus membuat identitas baru sebagai laki-laki. Karena yang boleh mengikuti pelatihan ini hanya laki-laki. Untuk itu, Mulan memperkenalkan diri sebagai Hua Jun. Sebagai informasi, Hua sendiri adalah marga asli Mulan dan keluarganya.

            Berbeda dari film disney kebanyakan yang menjual romantisme dan percintaan. Film Mulan ini lebih mengedepankan sisi women power dan juga kekeluargaan. Jika biasanya film disney akan dipenuhi adegan pangeran dan puteri yang bercengkrama dan memadu kasih, pada film ini penonton hanya akan disuguhkan oleh suara dentingan pedang dan ringikan kuda di medan perang.

            Mengedepankan poin tentang kesetaraan gender. Film ini banyak membuat orang melek. Bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam membela negara. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk memiliki kemampuan. Bahwa bukan hanya laki-laki yang bisa menjadi pemberani dan kuat. Karena dalam Al-Quran sendiri dijelaskan bahwa laki-laki dan perempuan itu setara, sama-sama makhluk Allah.

            Sosok Mulan yang kuat dan pemberani berbanding terbalik dengan stigma yang disematkan oleh masyarakat pada perempuan. Dimana masyarakat menempatkan perempuan pada kasta yang bawah, yang tugasnya hanya harus menurut dan tidak boleh memiliki keinginan apalagi keberanian. Terbukti dengan Mulan  yang ditertawakan oleh kawan-kawan di camp pelatihan kala ia menyebutkan bahwa tipe wanita idealnya adalah wanita yang pemberani, dimana dia saat itu sedang mendeskripsikan dirinya sendiri.

            Selain woman power yang pada film ini direprentasikan oleh tokoh Mulan. Kita juga belajar hal lain mengenai pengabdian pada keluarga. Karena Mulan sangat berbakti pada kedua orang tuanya dan juga sangat menyayangi mereka hingga rela melakukkan apapun dan juga mengorbankan segala yang ia miliki termasuk cita-cita dan kebebasannya.

            Walaupun tidak bisa dibenarkan, namun kebohongan yang dilakukkan Mulan tidak bisa dipungkiri adalah bentuk cintanya kepada orang tuanya, kepada keluarganya. Jika tidak ada kejadian pemanggilan oleh kekaisaran yang akan merenggut ayahnya , tidak mungkin dia serta merta ingin mengikuti pelatihan militer. Dia mungkin akan dijodohkan oleh orang tuanya lalu menikah dan punya anak.

            Kecintaan Mulan dan pengabdiannya pada keluarga patut menjadi inspirasi. Rela berkorban untuk orang tua menjadi poin plus sebagai seorang wanita.

            Walaupun terdapat beberapa plot hole yang dapat ditemukan di film ini. Namun, secara keseluruhan film Mulan ini sangat layak untuk ditonton. Karena banyak hal yang dapat diambil, terlebih ketika menghadapi budaya patriarki yang sangat umum ditemukan . Dan juga bagi penonton yang jengah dengan film romansa khas disney, tenang saja. Di film Mulan ini, tidak akan ditemukan adegan-adegan seperti itu.

            Jika film disney yang lain selalu diakhiri dengan kalimat “Happily ever after”seiring dengan pemeran utama yang mendapatkan pangeran lalu menikah dan hidup bahagia selamanya. Pada film Mulan ini, adegan akhir ditunjukkan dengan Mulan yang berkumpul bersama lagi dengan keluarganya. Memiliki arti bahwa, bahagia itu kita yang ciptakan, dan kebahagiaan dapat dimulai dari keluarga.

 

-Fin-   

           Oleh         

            Renawati Maulani

            1174020135

            KPI 7C




Bermula Dari Bajakan

 


    Dulu waktu saya kelas 3 atau 4 Sekolah Dasar, saya senang sekali menonton film. Dan genre favorit saya adalah horor. Anak kelas 4 SD menonton film horor. Pada saat itu saya bisa setiap hari kunjungan ke tempat kawan-kawan saya untuk nobar.

Darimana kami dapat film-film itu? Kami membelinya di pasar malam, dan tentunya bajakan. Biasanya kami akan berpatungan untuk membeli satu buah kaset seharga 7 ribu rupiah. Di dalamnya terdapat 8 atau 12 judul film favorit kami, sangat worth it, kan?

Menonton film bermodal 7 ribu rupiah dan tanpa pengawasan. Tentu saja tontonan kami tidak terkontrol, kebanyakan film yang kami tonton tidak sesuai untuk usia kami saat itu, kebanyakan film yang kami tonton memiliki ratting R atau untuk remaja, sedangkan kami pada saat itu masih berusia 9 atau 10 tahun.

Itulah potret kenakalan kami saat Sekolah Dasar. Lalu, apakah praktek membeli kaset bajakan dan nobar sambil makan basreng itu berlangsung lama? Untungnya tidak, karena pada suatu hari kakak perempuan saya memergoki ketika kami sedang melakukan kunjungan rutin. Pada saat itu kami tengah bersiap menonton sebuah film yang memiliki ratting R, tentu saja untuk remaja.

Setelah kejadian itu kami pun diedukasi, atau diberitahu kalau hal yang kami lakukan salah itu namanya pembajakan, terlebih film yang ditonton tidak sesuai dengan usia kami yang baru menginjak 10 tahun. Kami pun menghentikan kebiasaan nobar tersebut. Sampai suatu hari, kakak perempuan saya mengajak saya ke suatu tempat yang baru kali ini saya kunjungi, bioskop.

Di bioskop saya diajak menonton film yang tentu saja sesuai dengan usia saya yaitu Laskar Pelangi. Saya sangat menyukai film tersebut. Adegan demi adegan tak berhenti membuat saya mengeluarkan decak kagum. Saya begitu terbius dan terpesona oleh alur cerita dan kelihaian pemain-pemainnya dalam memainkan emosi penonton. Saya merasa seperti saya berada disana, di sebrang sana, menjadi siswa ke-11 di SD Muhammadiyah, Gantung.

Selepas kunjungan ke bioskop pertama saya, saya menjadi keranjingan untuk pergi ke bioskop. Tapi apa daya, saya saat itu hanya anak Sekolah Dasar berusia 10 tahun yang jangankan pegi ke bioskop seorang diri, pergi ke pasar saja saya belum berani.

Menginjak bangku SMK, saya sudah merasa dewasa. Sudah merasa bahwa saya mampu melakukkan yang saya mau. Termasuk keinginan saya semasa Sekolah Dasar, yaitu untuk pergi ke biokop lebih sering. Dari sana saya mulai sering menyisihkan uang jajan untuk pergi menonton film. Biasanya 2 bulan atau 3 bulan sekali saya pergi ke bioskop. Tapi jika sekiranya tidak ada film yang ingin saya tonton, biasanya saya skip. Karena ternyata, kebalikan dari saat saya masih SD yang selalu melahap mentah-mentah tontonan. Kini, saat sudah dewasa saya malah lebih sering memilah milih film untuk ditonton.

Karena kecintaan saya pada film, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke universitas jurusan perfilman. Namun, sayangnya saya harus menelan pil pahit karena saya tidak lolos seleksi untuk universitas tersebut. Tak habis akal, sayapun mendaftar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, saya pun dieterima.

Di KPI saya belajar banyak, tak hanya tentang perfilman. Malah materi perfilman cenderung sedikit. Tapi untunglah ada komunitas Free Film, komunitas yang khusus untuk mahasiswa KPI yang tertarik dengan dunia perfilman, saya pun join disana.

Sekarang ini, setelah kuliah terlebih di masa pandemi yang serba sulit seperti ini betul-betul tak memungkinkan saya untuk pergi ke bioskop untuk menonton film kesayangan. Untunglah, di masa sekarang semuanya telah mudah. Tak harus pergi ke bioskop untuk menuntaskan hasrat menonton film, telah banyak aplikasi yang memudahkan saya menonton film walaupun di rumah saja. Kini, kebiasaan menonton film saya tidak terhalangi ataupun terganggu walaupun saya harus di rumah saja.


Nama              :  Renawati Maulani

Nomor HP      :  089670061735

Email              :  renamaulani28@gmail.com


Strategi Tabligh Melalui Internet

MAKALAH
STRATEGI TABLIGH MELALUI INTERNET

 
Disusun Oleh :
RENAWATI MAULANI   (1174020135)

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KUMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia yang diberikan kami dapat menyelesaikan makalah Sejarah Hadits Sebelum dan Setelah Dibukukan. Adapun makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Ulumul Hadits pada semester dua Program Studi Kimia, Universitas Islam Negeri Bandung tahun ajaran 2017/2018.
Dalam penyusunan makalah ini kami mendapatkan banyak sekali doa, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini kami menghaturkan ucapan syukur dan terimakasih kepada :
Allah SWT yang telah senantiasa member karunia kepada setiap makhluk-Nya,
Orang tua kami, selaku motivator yang memberikan dukungan moril dan materi dalam penulisan laporan proyek ini,
Bapak Tata Sukayat selaku dosen yang selalu membimbing.
Teman seperjuangan jurusan Dakwah yang selalu memberikan motivasi dan masukan dalam penulisan laporan ini, serta
Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini yang tidak dapat kami ucapkan satu per satu.
Semoga Allah SWT memberkati dan membalas semua kebaikan yang telah dilakukan. Kami menyadari masih banyak yang dapat dikembangkan pada makalah ini. Oleh karena itu kami menerima setiap masukan dan kritik yang membangun. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami dan bagi siapa saja yang membacanya.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI. 2
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 4
Rumusan Masalah... 5
1.3  Tujuan ............................................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Tabighh ........... 6
2.6 Taligh melalui internet ............... 6
2.8 Kelebihan internet sebagai media tabligh  ...... 8
2.9 Pemanfaatan internet untuk tabligh ..... ....... 9
2.10 Strategi tablig  melalui internet........ 10
2.10 situs situs Tabligh  .. 10
BAB III PENUTUP 10
3.1 Kesimpulan... 10
DAFTAR PUSTAKA. 11



















BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi di era globalisasi telah mengalami kemajuan yang begitu pesatnya, beragam macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi yang tanpa batas. Dunia kini telah dan sedang berubah, bergulir dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru sehingga mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial. Kehadiran media massa, seperti surat kabar, radio, televisi dan internet, sebagai komunikasi abad modern telah berpengaruh luas. Suatu pesan atau berita dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.
Fasilitas internet merupakan yang terlengkap dan terefisien, dimana segala bentuk dan macam informasi dapat diakses dengan mudah dan murah, didukung dengan semakin menjamurnya warung internet yang memasang tarif murah, kemana dan dengan siapapun kita berkomunikasi dapat kita lakukan dengan mengunakan fasilitas internet, fasilitas tersebut biasa dikenal dengan istilah mailing list, yaitu komunikasi yang dilakukan melalui tulisan yang bersifat langsung.
Seorang ahli telematika Roy Suryo Mengatakan bahwa, internet merupakan media komunikasi yang lahir di Era 60-an adalah fenomenal dan canggih. Konsep teknologi komunikasi canggih ini pertama kali digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat sejak tahun 1980. Pada 1980 internet mulai digunakan untuk umum dan awal 1995 internet mulai merebak di Asia dan khususnya Indonesia, dan pada tahun yang sama internet difungsikan sebagai media dakwah, untuk menjalin hubungan antar muslim Indonesia di Kairo dan muslim di Kanada dan beberapa negara barat lainnya. Sejak itulah terbentuk cyber-cyber Islam media komunikasi dakwah.
Hingga saat ini aktivitas dakwah di kalangan umat muslim masih tetap berlangsung dan perhatian pada dakwah semakin besar. Dakwah tidak lagi dilakukan sebatas pemberian khutbah di masjid/mushalla, kantor-kantor, sekolah dan lembaga formil lainnya. Tapi seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi informasi penyebaran dakwah Islamiyah tersebar melalui media teknologi, khususnya teknologi informasi seperti Internet. Dengan trend digital life, sesungguhnya kemudahan dari Allah SWT untuk nasyrul fikrah semakin terbuka lebar













RUMUSAN MASALAH

Bagaimana tabligh melalui internet?
Bagaimana perkembangan tabligh secara internet?
Bagaimana strategi berdakwah melalui internet?

TUJUAN

Dalam setiap penelitian apapun bentuknya senantiasa di barengi dengan tujuan tertentu,oleh karena itu untuk mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial. Kehadiran media massa, seperti surat kabar, radio, televisi dan internet, sebagai komunikasi abad modern telah berpengaruh luas. Suatu pesan atau berita dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.


































BAB 2 PEMBAHASAN
Pengertian Dakwah
Secara etimologi dakwah berasal dari bahasa Arab dawah yang berarti: Seruan-Ajakan-Panggilan. Dengan demikian secara etimologi dakwah merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) pesan-pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut. Ada banyak pendapat dari beberapa ulama mengenai pengertian ilmu dakwah, diantaranya sebagai berikut:
• H. Endang S. Anshari, dakwah merupakan penjabaran, penterjemahan dan pelaksanaan Islam dalam perikehidupan dan penghidupan manusia termasuk didalamnya politik, ekonomi, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesenian, kekeluargaan dan sebagainya.
• Prof. Thoha Yahya Omar MA, dakwah Islam adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka dunia dan akhirat.
• Anwar Masyari, dakwah adalah proses penyelenggaraan suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan dengan sadar dan sengaja berupa ajakan kepada orang lain untuk beriman dan menaati Allah, amar maruf dan nahi mungkar.

Pengertian dakwah tidak lain adalah komunikasi, hanya saja yang secara khas dibedakan dari bentuk komunikasi yang lainnya terletak pada cara dan tujuan yang akan dicapai. Didalam komunikasi mengharapkan adanya partisipasi dari komunikan atas idea-idea atau pesan-pesan yang disampaikan oleh pihak komunikator sehingga dengan pesan-pesan yang disampaikan tersebut terjadilah perubahan sikap dan tingkahlaku yang diharapkan.
Dakwah Melalui Internet
Hadirnya akses internet merupakan media yang tidak bisa dihindari karena sudah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat global. Dengan adanya akses internet, maka sangat banyak informasi yang dapat dan layak diakses oleh masyarakat internasional, baik untuk kepentingan pribadi, pendidikan, bisnis dan lain-lain. Dimana munculnya jaringan internet dianggap sebagai sebuah revolusi dalam dunia komunikasi dan informasi.
Pada saat pertama kali internet diperkenalkan oleh para ilmuan barat, hampir dari kebanyakan tokoh Islam merasa curiga dan khawatir akan efek dari temuan teknologi tersebut. Namun pemikir Islam adalah Syria Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi berkata: ternyata jaringan internet yang hampir menelan seluruh penjuru dunia adalah merupakan lahan luas yang disitu bertebaran podium-podium yang menyuarakan kepentingan Islam dengan memperkenalkan, mengajak (dakwah), membela dan memecahkan berbagai problema.
Dakwah melalui jaringan internet dinilai sangat efektif dan potensial dengan berbagai alasan, diantaranya :
Mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relatif terjangkau,
Pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
Para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah via internet bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hukum syari,
Dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. Berbagai situs mereka bebas memilih materi dakwah yang mereka sukai, dengan demikian pemaksaaan kehendak bisa dihindari,
Cara penyampaian yang variatif 
telah membuat dakwah Islamiyah via internet bisa menjangkau segmen yang luas.
Apabila dakwah itu sendiri tidak diartikan dengan makna yang sempit, seperti yang telah diyakini oleh sebagian kalangan komunitas muslim. Dengan menggembar-gemborkan dakwah harus secara formalitas, seperti berpakaian gamis, kopiyah menempel di atas kepala, dengan jenggot menghelai panjang, tasbih menggayut ditangan kanan dan keliling berjalan kaki door to door. Pada hakekatnya ada metode lain yang bisa di sampaikan yaitu :
Dengan menggunakan fasilitas website seperti yang telah dilakukan oleh banyak organisasi Islam maupun tokoh-tokoh ulama. Berdakwah dengan menggunakan fasilitas ini dianggap lebih fleksibel dan luas jika dibandingkan dengan dua fasilitas berikutnya.
Dengan menggunakan fasilitas mailing list dengan mengajak diskusi keagamaan atau mengirim pesan-pesan moral kepada seluruh anggotanya.
Dengan menggunakan fasilitas chatting yang memungkinkan untuk berinteraksi secara langsung.
Dengan cara tulisan yang diakses di internet dan nantinya disebarluaskan agar para komunitas internet bisa membacanya

Kelebihan Internet Sebagai Media Dakwah
Dibandingkan media dakwah yang lain, Internet memiliki tiga keunggulan :
1. Karena sifatnya yang never turn-off (tidak pernah dimatikan) dan unlimited access (dapat diakses tanpa batas). Internet memberi keleluasaan kepada penggunanya untuk mengakses dalam kondisi dan situasi apapun.
2. Internet merupakan tempat yang tepat bagi mereka yang ingin berdiskusi tentang pengalaman spiritual yang mungkin tidak rasional dan bila dibawa pada forum yang biasa akan mengurangi keterbukaannya.
3. Sebagian orang yang memiliki keterbatasan dalam komunikasi sering kali mendapat kesulitan guna mengatasi dahaga spiritual mereka. Padahal mereka ingin sekali berdiskusi dan mendapat bimbingan dari para ulama. Sementara itu ada sebagian orang yang ingin bertanya atau siap berdebat dengan para ulama untuk mencari kebenaran namun kondisi sering tidak memungkinkan. Internet hadir sebagai kawan (atau lawan) diskusi sekaligus pembimbing setia. Para ulama seharusnya dapat menggunakan internet sebagai media efektif untuk mencapai tujuan dakwahnya.

Dapat disimpulkan bahwa metode ini termasuk jenis dakwah Dakwah bitTadwi yaitu pola dakwah (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada.

Pemanfaatan Internet Untuk Berdakwah.
Internet adalah media dan sumber informasi yang paling canggih saat ini sebab teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, kecepatan, ketepatan akses dan kemampuan menyediakan berbagai kebutuhan informasi setiap orang, kapan saja, dimana saja dan pada tingkat apa saja. Berbagai informasi yang dapat diperoleh melalui Internet antara lain lapangan pekerjaan, olahraga, seni, belanja, perjalanan, kesehatan, permainan, berita, komunikasi lewat email, mailing list, dan chating, bahkan artikel-artikel ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu, dan lain sebagainya. Hampir semua bidang tugas manusia, apapun jenisnya, dapat dicari melalui Internet. Internet sebagai sumber informasi memungkinkan semua orang untuk terus belajar seumur hidup, kapan dan dimanapun serta untuk keperluan apapun. Dan untuk kebutuhan belajar bagi setiap individu, Internet tidak hanya menyediakan fasilitas penelusuran informasi tetapi juga komunikasi.
Secara survey, sejauh ini memang belum ada penelitian mengenai efektivitas pemanfaatan internet bagi kepentingan dakwah Islam. Tapi yang pasti, di kalangan akademisi telah memanfaatkan sarana internet secara optimal bagi pengembangan syiar agama. Hal tersebut misalnya ditandai dengan banyak bermunculan situs baru bernuansakan Islam. Sebab itu, bisa dikatakan dakwah melalui internet ini sangat efektif karena didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bisa disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat internet, dapat menjangkau siapapun dan di manapun asalkan yang bersangkutan mengakses internet. Umat Islam bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan lain-lain.Dengan adanya globalisasi kompetisi akan semakin berat, sehingga kita perlu berlomba-lomba menguasai teknologi informasi serta mencari ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, oleh karenanya penguasaan teknologi informasi mutlak diperlukan oleh umat Islam, karena hal itu merupakan salah satu cara paling efektif guna menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai agama Islam.


Strategi Berdakwah Melalui Internet
Strategi dakwah adalah merupakan metode, siasat, taktik atau manuver yang dipergunakan dalam aktivitas atau kegiatan dakwah, yang peranannya sangat menentukan sekali dalam proses pencapaian tujuan dakwah. Seiring dengan berkembangnya zaman, globalisasi sebagai fenomena terbuka luasnya ruang dan waktu bukan hanya sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditampik, melainkan juga menguntungkan bagi interaksi peradaban seluruh umat manusia. Kemunculannya dengan kemajuan peradaban manusia menjadikan globalisasi sebagai sebuah ideologi bagi masyarakat masa kini yang juga disebut sebagai masyarakat informasi.
Untuk dapat mencapai tujuan yang tepat dan mendapatkan kebehasilan, maka seorang dai harus pandai dalam memilih media dakwah. Masyarakat masa kini adalah masyarakat plural yang berkembang dengan berbagai kebutuhan yang praktis, sehingga kecanggihan teknologi mau tidak mau akan menghadapi dan menjadi idaman dalam kehidupan masyarakat. Kecanggihan teknologi telah membuka sekat dan menghilangkan batas ruang dan waktu, sehingga memilih dan menggunakan media dakwah yang tepat sudah merupakan keharusan dan tuntutan zaman. Dengan demikian, media dakwah merupakan wasilah bagi keberhasilan dakwah yang dilakukan.

Situs-situs Dakwah
Di Indonesia situs-situs Islam mulai marak sekitar awal tahun 1999. Situs myquran.com, al-islam.or.id, laskarjihad.or.id, kisdi.or.id, pesantrenvirtual.com, iiman.co.id, hidayatullah.com, republika.co.id dan banyak lagi yang lainnya mulai menyemarakkan Internet dengan berbagai format sajian. Perkembangannya kemudian semakin pesat di tahun 2000-an dengan masuknya berbagai investasi asing di Indonesia yang berhubungan dengan Internet. 






















BAB 3 PENUTUP
KESIMPULAN

Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif. Pada akhirnya nilai positif atau negatif produk teknologi akan ditentukan oleh niat dan motivasi yang akan menjadi penentu apakah suatu alat akan menjadi bermanfaat atau mudharat.
Internet ini memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke ke komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan lain-lain.
Pemanfaatan Internet sebagai media berdakwah sangatlah efektif, karena didukung oleh sifat internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. Materi keislaman dan dakwah bias disebarkan dengan cepat dan efisien. Dari segi biaya pun menjadi sangat murah. Informasi yang disebarkan lewat internet dapat menjangkau siapapun dan dimanapun asalkan yng bersangkutan mengakses internet. Tak hanya konsep dakwah konvensional yang dapat diberikan melalui internet. Umat Islam bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan bisnis islami, silaturahmi dan lain-lain, oleh sebab itu, umat Muslim harus mampu menguasai dan memanfaatkan sebesar-besarnya perkembangan teknologi informasi.
Pada hakekatnya metode dan sarana untuk berdakwah sangat banyak dan luas atau bahkan mungkin tidak akan ada batasnya. Sebab semua yang bisa dikerjakan oleh manusia dan apa yang ada di muka bumi ini selagi tidak berbenturan dengan doktrin Islam, maka hal itu boleh dijadikan sebagai metode dan sarana untuk berdakwah. Akan tetapi, ada kekurangan bila berdakwah melalui internet diantaranya sasarannya yang mungkin terbatas yaitu hanya bagi orang yang menggunakan internet dan mereka mampu untuk mengakses internet. Sedangkan orang-orang yang mempunyai internet, bisa di kategorikan menengah ke atas. Dengan demikian berdakwah melalui internet atau dunia maya memiliki cakupan yang sangat luas, bisa sampai pada tahapan intenational bukan lagi nasional 
















DAFTAR PUSTAKA

Ali Azis, Moh, Ilmu Dakwah Edisi Revisi, Jakarta: Kencana, 2009
Anshari, Endang S. Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam, Jakarta: Usaha Enterprises, 1976
Arbi, Armawati Dakwah dan komunikasi, Jakarta: UIN bandung, 2003
Bachtiar, Wardi, Metode Penelitian Ilmu Dakwah, Logos, Jakarta, 1997
Badjuri, Adi, Santri Virtual, Kuliah Umum Informatika, jakarta, Oktober 2005
Syukir, Asmuni Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlas, 1983


Portofolio Jurnalisme Dakwah



Nama               :  Renawati Maulani
NIM                :  1174020135
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kesan dan Pesan
Kesan saat saya pertama kali diperkenalkan dengan mata kuliah jurnalisme dakwah adalah tentu saja merasa excited karena baru pertama kali belajar tentang jurnalistik. Saya tertarik dengan  jurnalistik karena pada saat liburan semester saya sempat magang di salah satu surat kabar yang ada di daerah saya.
Ketika tahu ada mata kuliahnya, tentu saja saya bersemangat. Namun, seiring waktu berjalan ternyata kita langsung diberikan tugas yang terjun ke lapangan. Tentunya kaget, karena saya belum terbiasa.
Mata kuliah jurnalisme dakwah selalu melatih mahasiswa untuk menulis menulis dan menulis. Memang bagus itu untuk latihan kita. Namun, tugas menulis diberikan setiap minggu dengan topic yang berbeda-beda. Tentunya bukannya terbiasa kita malah menjadi lelah karena terlalu beragamnya tugas yang diberikan.
Pesan saya untuk jusrnalisme dakwah agar memberikan sedikit ruang pada mahasiswa untuk bernapas. Karena seperti yang saya katakana tadi, tugasnya ada setiap minggu dan selalu berbeda-beda. Menyebabkan kita menjadi bingung dan kesusahan. Waktu satu semester rasanya terlalu pendek jika saya bandingkan dengan padatnya tugas perkuliahan jurnalisme dakwah .

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan mata kuliah jurnalisme dakwah tentu sangat banyak jika dibandingkan dengan kekurangannya. Diantaranya adalah, melatih kita untuk bisa menulis. Bukan sekedar bisa menulis, namun menulis yang baik dan bermanfaat untuk umat. Lalu selanjutnya juga mata kuliah ini melatih kita untuk tepat waktu. Karena padatnya materi dan tugas yang diberikan, sehingga deadline yang diberikan selalu mepet dengan kemepetan deadline iru kita dituntut untuk selalu mengumpulkan cepat dan tepat. Karena jika kita tidak mengumpulkan tepat waktu maka kita akan ketinggalan.

Kekurangaanya untuk mata kuliah ini adalah masih tetap dengan  padatnya tugas yang diberikan dan terlalu beragamnya materi yang ada. Mahasiswa jadi bingung karena satu minggu ke minggu yang lain materinya akan menjadi beda lagi.

Target Mata Kuliah Jurnalisme Dakwah
Menjadi lebih disiplin dan tidak mudah mengeluh. Mengerjakan tugas tepat waktu. Dan setelah selesainya mata kuliah ini semoga menjadi punya keinginan untuk menulis.

Target Kompetensi
Semoga menemukan passion kita untuk menulis yang lebih baik lagi. Lebih rajin dan dapat menulis sesuatu yang baik untuk umat.

Karya-karya yang Pernah Dibuat
·         Opini
1.      Sedapnya Berorganisasi
2.      Jarimu Harimaumu
3.      Kampanye Damai Pemilu Nyaman
4.      Pelangi di Balik Cincin Api
5.      Mereka Butuh Kita
6.      Dampak Ganjil Genap
7.      Bukan Hanya Tugas Pasukan Oranye
·         Berita
1.      DKM Al-Huda Inginkan Pengajian Remaja
2.      DKM Al-Huda Rencanakan Acara Untuk Peringati Maulid Nabi
·         Surat Pembaca
Trotoar Jalan Beralih Fungsi
·         Feature Tokoh
Indri Firdayanti “Bukan Hanya Sekedar Hobi”
·         Video
1.      Bersatulah Islamku
2.      Apa Itu Sombong?

·         Resensi Buku
Komunikasi Keberagaman. Tito Edy Priandono, M.Si.


Apakah Wartawan dan Jurnalis Itu Sama?



Wartawan dan jurnalis adalah nama profesi, bagi orang awam mungkin Nampak sama karena sama-sama beekerja pada bidang prnyiaran. Namun, tahukah kamu ternyata wartawan dan jurnalis itu berbeda. Apa saja bedanya? Simak penjelasan di bawah ini.
Wikipedia mendefinisikan wartawan/jurnalis sebagai orang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan itu lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.
Istilah jurnalis, masih dalam catatan Wikipedia, baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini lalu berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan, misalnya “redaktur” menjadi “editor.”
Saat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berdiri, terjadi kesadaran tentang istilah jurnalis. Menurut AJI, jurnalis adalah profesi atau penamaan seseorang yang pekerjaannya berhubungan dengan isi media massa.
Jurnalis meliputi juga kolumnis, penulis lepas, fotografer, dan desain grafis editorial. Tapi pada kenyataan referensi penggunaannya, istilah jurnalis lebih mengacu pada definisi Wartawan.
Dalam pendefinisian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), wartawan berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis, di antaranya mencari data (riset, liputan, verifikasi) untuk melengkapi laporannya. Wartawan dituntut objektif, berbeda dengan penulis atau kolomnis yang bisa mengemukakan subjektivitasnya.

Pada awal abad ke-19, jurnalis berarti seseorang yang menulis untuk jurnal. Dalam abad terakhir ini arti jurnalis telah menjadi seorang penulis untuk koran dan majalah.
Banyak orang mengira jurnalis sama dengan reporter, seseorang yang mengumpulkan informasi dan menciptakan laporan, atau cerita. Tetapi, hal ini tidak benar karena reporter tidak meliputi tipe jurnalis lainnya, seperti kolumnis, penulis utama, fotografer, dan desain editorial.
Kesimpulan saya, makna jurnalis lebih luas dari wartawan. Jurnalis meliputi wartawan/reporter, fotografer (wartawan foto), editor, penulis lepas, kontributor, koresponden, dan kolomnis.

DPR dan Menlu Layangkan Protes Terkait Eksekusi TKI Tuti



Jakarta - TKI Tuti Tursilawati dieksekusi mati di Arab Saudi tanpa pemberitahuan ke pemerintah RI. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung langkah Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi yang menyampaikan protes ke Arab Saudi.

"Mendukung upaya Kemlu dalam hal memprotes eksekusi yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi tanpa ada pemberitahuan," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018).

Selain itu, Bamsoet meminta Kementerian Kemnaker dan BNP2TKI meningkatkan pengawasan agar TKI yang dikirimkan ke Arab Saudi memenuhi kriteria. Dia juga meminta Kemnaker dan BNP2TKI meninjau ulang pemberangkatan TKI ke Arab Saudi. 
Demi menghindari peristiwa serupa, ia mendorong berbagai pihak terkait untuk memberikan perlindungan dan pendampingan hukum bagi TKI yang bermasalah dengan hukum setempat. "Mendorong Kemlu, Kemnaker, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Migrant Care Indonesia, dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) untuk selalu memberikan perlindungan dan pendampingan hukum bagi TKI yang bermasalah dengan hukum setempat secara maksimal," tuturnya.


"Mendorong Kemnaker dan BNP2TKI untuk meningkatkan pengawasan terhadap PJTKI agar TKI yang dikirim telah memenuhi kriteria dan standar yang sesuai dengan Negara tujuan," ujarnya.

"Serta meminta Kemnaker dan BNP2TKI untuk meninjau ulang rencana pemberangkatan TKI ke Arab Saudi," lanjut Bamsoet.

Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan protes atas eksekusi mati TKI Tuti Tursilawati ke pemerintah Arab Saudi. Retno juga memanggil Dubes Saudi untuk menjelaskan langsung soal eksekusi TKI asal Majalengka, Jawa Barat, tersebut.

"Saya langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Saudi Arabia saya sampaikan protes dan concern kita, seperti yang dilakukan di negara lain di Saudi Arabia, pelaksanaan hukuman mati dilakukan tanpa melalui notifikasi resmi," kata Retno di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10).


cr: detik.com

Struktur Redaksi Pikiran Rakyat Digital dan Struktur Media Digital Seputar Kita



STRUKTUR DAN KONSEP SURAT KABAR

Struktur Redaksi Pikiran Rakyat Digital
1. Pimpinan Umum  : H. Syafik Umar
2. Direktur Utama    : H. Perdana Alamsyah
3. Komisaris Utama : SionSurantha Brahmana
4. Komisaris            : Haris Darmawan, H. Erick Parikesit
5. KepalaSekretariat Redaksi : Deni Supriatna
6. Sekretaris Perusahaan         : H. Budhiana Kartawijaya
7. Pemimpin Redaksi              : FirmanRachmat
8. W. PemimpinRedaksi        : Erwin Kustiman
9. DewanRedaksi                  : H. Syafik Umar, SionSuranthaBrahmana, H. PerdanaAlamsyah, H. JanuarP.Ruswita, H. BudhianaKartawijaya, Rahim AsyikFajarAwanto, Erwin Kustiman.
10. RedakturPelaksana :AsepSandhyKurniawan, DeniYudiawan, H.EntonSupriatna.
11. Redaktur                  : Ahmad Nada, Kusnedar, H.DedySuhaeri, DendiSundayana, DeniHamdani, Hj. Ella, Yuniaperdani, Harry Surjana, H. Hazmirullah, Ida Farida, Imam JahrudinPriyanto, Hj. MaliaMildawani, Samuel Lantu, SatryaGraha, Hj. YeniEndah Pertiwi.
12. KepalaPusat Data &Bahasa   : DikdoMaruto
13. DirekturBisnis   : H. Januar P. Ruswita
14. DirekturOperasional : H. KartonoSarkim
15. Iklan          : Ricky Pirmansyah
16. Sirkulasi    : DediSujadi
17. Marketing Communication : Herman Yamashita
18. Keuangan : H. Erick RizkiKoncara
19. Akuntansi : EndraHerdiansyah
20. Produksi   : H. Sambas Hermana
21. General Affairs : H.N Sudjana
22. Human Resource Development : Triastuti Andayani
23. Sistem Informasi Managenemnt : Saptagraha Yudasakti

Saya akan menganalogikan saya membuat sebuah surat kabar digital yang mengadopsi dari Pikiran Rakyat Digital.
Nama Surat Kabar : Seputar Kita.com
Nama surat kabar ini Seputar Kita karena berita yang ada pada surat kabar ini adalah tentang kita, kejadian di sekitar kita.

Ini adalah strukturnya


1. Pemimpin Utama:  Penanggungjawab umum bertanggungjawab terhadap jalannya perusahaan dan redaksional. 
2. Pemimpin Perusahaan: Ia mengendalikan dan mengkoordinasikan kebijakan di lingkungan perusahaan. 
3. IT Manager: Dipimpin seorang kepala yang bertanggungjawab mengenai segala hal tentang komputerisasi. 
4.   Pemimpin Redaksi: posisi ini harus mempertanggungjawabkan jalannya semua instrumen dalam satu kali masa liputan hingga edisi terbit/disiarkan. 
5.  Iklan, Pemasaran, dll: Ini salah satu elemen berhasilnya lembaga penerbitan/penyiaran. Sebuah tim periklanan yang kuat dapat menentukan arus masuk kas keuangan. 
6.  Redaksi Pelaksana: Seorang redaktur pelaksana harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan reporter di lapangan. 
7.    Redaktur Foto:bagian yang bertanggungjawab membuat perencanaan foto-foto yang akan dibutuhkan, memberi penugasan kepada fotografer, dan memilih serta menurunkan  foto yang tepat.
8.  Redaktur Berita:Editor/Redaktur bertugas memberikan TOR/outline kepada reporter sesuai hasil rapat redaksi. 
9.    Reporter:Jurnalis-reporter bertugas melakukan liputan sesuai hasil rapat redaksi (inline). 

A. Programnya Meliputi:
·       a.   Isi tulisan (Informasi dan Edukasi)
·        b.  Gaya Penulisan: Resmi untuk Informasi dan santai untuk edukasi
·       c.   Formatnya Edukasi untuk anak, remaja, dan dewasa
·        d.  Pembacanya untuk semua kalangan, karena terdapat bacaan berita untuk seluruh usia dan edukasi untuk anak remaja dan juga lifestyle
B. Desain Surat Kabar:
·         a. Straight News, Berita teraktual atau breaking news
·        b.  Edukasi untuk anak, seperti belajar mendongeng
·        c. Lifestyle.